{"id":1187,"date":"2023-05-05T08:00:00","date_gmt":"2023-05-05T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arvis.id\/insight\/?p=1187"},"modified":"2023-05-05T14:38:55","modified_gmt":"2023-05-05T07:38:55","slug":"metode-pengembangan-software","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/metode-pengembangan-software\/","title":{"rendered":"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pengembangan sebuah <em>software <\/em>yang dilakukan oleh <em>software house<\/em> berkaitan dengan metode yang digunakan. Metode pengembangan <em>software<\/em> sendiri terdiri dari beberapa jenis. Tim pengembang <em>software <\/em>biasanya memilih salah satu metode yang paling cocok sesuai dengan konsep dari proyek yang sedang dikerjakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Insight Arvis kali ini akan membahas lebih jauh tentang beberapa jenis metode pengembangan <em>software <\/em>yang biasanya digunakan oleh <em>software house<\/em>. Kenali juga kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode tersebut dengan menyimak penjelasan lengkap di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2>Apa Itu Metode Pengembangan <em>Software<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>Metode pengembangan <em>software<\/em> merupakan sebuah prosedur, teknik, atau langkah yang dilakukan oleh tim pengembang <em>software <\/em>agar proses pengerjaan sebuah <em>software <\/em>bisa lebih terorganisir dan terstruktur. Tujuan dari penggunaan metode ini adalah untuk memberikan pendekatan sistematis terhadap pengembangan suatu <em>software<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan metode pengembangan <em>software<\/em> sangat penting bagi tim pengembang karena dapat membantu mereka untuk bekerja sama secara lebih efektif dan efisien sebagai sebuah tim. Sayangnya, sebuah metode tidak bisa digunakan untuk semua jenis proyek pengembangan. Tim pengembang perlu memilih salah satu metode yang paling cocok sesuai dengan kebutuhan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Scrum Lifecycle Diagram<\/em><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/arvis.id\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram.png\" alt=\"Metode Pengembangan Software\" class=\"wp-image-1196\" width=\"698\" height=\"240\" srcset=\"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram.png 930w, http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram-300x103.png 300w, http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram-768x264.png 768w, http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram-920x317.png 920w, http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram-230x79.png 230w, http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram-350x120.png 350w, http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Agile-Scrum-Lifecycle-Diagram-480x165.png 480w\" sizes=\"(max-width: 698px) 100vw, 698px\" \/><figcaption><em>Sumber: Azure DevOps | Microsoft Learn<\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2>5 Jenis Metode Pengembangan <em>Software<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Pemilihan jenis metode pengembangan <em>software <\/em>yang tepat akan membantu terhindar dari pemborosan uang, waktu dan tenaga. Ketika sudah menemukan dan memilih metode yang tepat, maka risiko menghasilkan sebuah <em>software <\/em>di bawah standar pun dapat dihindari.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa jenis metode pengembangan <em>software <\/em>beserta kelebihan dan kekurangannya:<\/p>\n\n\n\n<h3>1. Metodologi Pengembangan Agile <em>(Agile Development Methodology<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Agile methodology<\/em> merupakan salah satu jenis metode pengembangan <em>software <\/em>yang paling populer dan banyak digunakan oleh <em>software house<\/em>. Metode yang satu ini berfokus pada memuaskan pengguna daripada menekankan prosedur dan dokumentasi yang kaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Tugas dalam proyek pengembangan <em>software <\/em>dipecah menjadi <em>sprint <\/em>singkat dalam <em>agile methodology<\/em>. Metode ini merupakan model iteratif yang melibatkan banyak pengujian saat proses pengembangan berlangsung. Prioritas utama dalam metode ini adalah komunikasi antara pengguna, pelanggan, dan pengembang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Minimalnya muncul kecacatan pada <em>software <\/em>yang dibuat<\/li><li>Adanya kejelasan komunikasi antara tim pengembang <em>software <\/em>dan pelanggan<\/li><li>Kemudahan mengubah persyaratan proyek yang hanya akan berdampak sedikit pada waktu pengembangan<\/li><li><em>Software <\/em>yang dihasilkan merupakan <em>software <\/em>berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Tim pengembang terkadang dapat kehilangan fokus karena banyaknya permintaan perubahan<\/li><li>Dokumentasi bukan salah satu fokus utama sehingga dapat menjadi masalah nantinya di kemudian hari<\/li><li>Diskusi dan komunikasi dalam metode ini dapat memakan waktu terlalu lama<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3>2. Metodologi Pengembangan <em>Waterfall <\/em>(<em>Waterfall Development Methodology<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis metode pengembangan <em>software <\/em>yang kedua yaitu <em>Waterfall Development Methodology<\/em> atau metode air terjun. Metode ini merupakan metode linier sederhana di mana tahap-tahap pengembangan <em>software <\/em>diatur ke dalam proses berurutan dan berjenjang.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Waterfall Development Methodology<\/em> sangat populer di kalangan tim pengembang karena metode ini mudah dipahami. Setiap tahap dalam metode ini harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Sama seperti namanya, air terjun yang mengalir satu area, tidak ada jalan mundur atau kembali ke tahap sebelumnya dalam metode ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Linearitas metode ini mudah dipahami oleh pengembang <em>software <\/em>baru<\/li><li>Semua spesifikasi dan kebutuhan sudah lebih dulu dijabarkan sebelum kegiatan pengembangan dimulai<\/li><li>Tidak adanya miskomunikasi informasi karena semuanya sudah dijelaskan di setiap tahap<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Tingginya risiko penyimpangan proyek dari target karena tidak adanya <em>feedback <\/em>dari pelanggan pada fase awal<\/li><li>Muncul banyak masalah yang lebih sulit untuk diperbaiki pada tahap selanjutnya karena pengujian hanya dilakukan pada akhir pengembangan<\/li><li>Metode ini cenderung kaku sehingga tidak ada ruang untuk perubahan dan tidak cocok untuk proyek pengembangan <em>software<\/em> yang kompleks<\/li><li>Tim pengembang menghabiskan terlalu banyak waktu pada dokumentasi daripada memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah pengguna <em>software<\/em>-nya<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3>3. Metodologi Pengembangan <em>Lean <\/em>(<em>Lean Development<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Lean Development<\/em> merupakan salah satu metode pengembangan <em>software<\/em> yang lahir dari prinsip manufaktur <em>lean <\/em>Toyota. Metode ini berfokus pada meminimalkan pemborosan dan meningkatkan produktivitas, serta menekankan pada pembelajaran berkelanjutan dan penundaan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode <em>lean <\/em>membuat tim pengembang <em>software <\/em>tetap berpikiran terbuka selama proses pengembangan dan mempertimbangkan semua faktor sebelum membuat keputusan. Komunikasi adalah kunci untuk meningkatkan kolaborasi tim dalam metode ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Berkurangnya pemborosan dalam proyek seperti tugas berulang, dokumentasi yang tidak perlu, dan juga kode yang berlebihan<\/li><li>Biaya pengembangan <em>software <\/em>dapat ditekan dan dikurangi dengan metode ini<\/li><li>Meningkatnya efisiensi dalam proses pengembangan<\/li><li>Peningkatan motivasi di antara anggota tim pengembang untuk mengembangkan <em>software <\/em>yang berkualitas<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Membutuhkan anggota tim pengembang yang sangat terampil yang biasanya sulit untuk disatukan<\/li><li>Tingginya risiko kehilangan fokus pada proyek jika dilakukan oleh tim pengembang yang kurang terampil<\/li><li>Kebutuhan akan dokumentasi yang terperinci, sebuah beban besar bagi analis bisnis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3>4. Model Prototipe (<em>Prototype Model<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan model prototipe pada pengembangan <em>software <\/em>memungkinkan tim pengembang untuk mengerjakan versi prototipe dari produk akhir alih-alih mengembangkan <em>software <\/em>yang lengkap. Prototipe ini dapat digunakan untuk pengujian, evaluasi, dan <em>feedback <\/em>pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Model prototipe merupakan metode dengan evaluasi yang ketat untuk mengungkap kemungkinan adanya permasalahan sebelum proses pengembangan yang sebenarnya dimulai. Keberhasilan pengembangan <em>software<\/em> dengan model ini ditentukan oleh seberapa baik tim pengembang berkomunikasi dengan pelanggan dalam melakukan pengujian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Metode ini baik digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sering muncul dalam tahap awal pengembangan <em>software <\/em>sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan produk<\/li><li>Memastikan pelanggan puas dan juga senang dengan contoh produk yang akan dibuat sebelum dilakukannya proses pengembangan yang sebenarnya<\/li><li>Hubungan baik dengan pelanggan dapat dibangun sejak awal diskusi<\/li><li>Terkumpulnya informasi detail lewat prototipe yang nantinya dapat digunakan dalam membangun <em>software <\/em>versi akhir<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Pengujian prototipe yang berlebihan dapat menunda waktu pengembangan <em>software<\/em> yang sebenarnya<\/li><li>Harapan pelanggan terhadap <em>actual product<\/em> bisa tidak sesuai dengan prototipe-nya<\/li><li>Tingginya risiko pengeluaran berlebih terkait biaya karena pengerjaan prototipe sering kali dibiayai oleh pengembang<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3>5. Metodologi Pengembangan <em>Scrum <\/em>(<em>Scrum Development<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Scrum <\/em>merupakan salah satu metodologi pengembangan <em>software <\/em>yang paling fleksibel. Metode ini didasarkan pada filosofi Agile dan banyak disukai oleh pengembang karena pendekatan inkremental dan iteratifnya. <em>Scrum <\/em>melibatkan pemilik produk, ketua <em>scrum<\/em>, dan tim pengembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilik produk dalam metode ini biasanya akan menerima masukan dari klien dan memastikan bahwa tim pengembang berada di jalur yang tepat dalam memenuhi kebutuhan klien. Ketua <em>scrum <\/em>atau <em>scrum <\/em>master bertugas sebagai fasilitator dan memastikan bahwa anggota tim pengembang sudah terbiasa dengan proses dalam metode <em>scrum<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Metode ini sangat responsif terhadap perubahan<\/li><li>Ekonomis dan efektif<\/li><li>Adanya rapat rutin yang dilaksanakan dalam periode waktu tertentu sehingga anggota tim pengembang bekerja sesuai dengan tugasnya<\/li><li>Kontribusi dari masing-masing anggota tim pengambang diperhatikan dan diapresiasi melalui pertemuan <em>scrum<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Semua anggota tim harus memiliki keahlian dan komitmen yang sama<\/li><li>Rapat rutin dapat menguras lebih banyak tenaga<\/li><li>Tidak adanya kontrol ketat pada <em>deadline<\/em><\/li><li>Tidak cocok untuk proyek besar<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Artikel Terkait<\/strong>: <a href=\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/berniat-kembangkan-aplikasi-bisnis-mulailah-dengan-web-apps\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berniat Kembangkan Aplikasi Bisnis? Mulailah Dengan Web Apps!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2>Dapatkan <em>Software <\/em>Sesuai dengan Kebutuhan Anda dengan Layanan Pengembangan <em>Software <\/em>Arvis!<\/h2>\n\n\n\n<p>Metode pengembangan <em>software <\/em>yang digunakan oleh tim pengembang <em>software <\/em>merupakan salah satu faktor penentu kualitas dari <em>software <\/em>yang akan dihasilkan. Itulah mengapa sangat penting untuk Anda, yang membutuhkan sebuah <em>software <\/em>untuk kebutuhan bisnis, untuk lebih selektif dalam memilih tim pengembang dan metode yang mereka gunakan dalam mengembangkan <em>software<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Arvis, salah satu perusahaan pengembang <em>software<\/em> terbaik di Indonesia, merupakan mitra terpercaya dalam pengembangan <em>software <\/em>sesuai dengan kebutuhan Anda. Arvis memiliki layanan pengembangan <em>software <\/em>yang didukung oleh tim pengembang profesional yang ahli di bidangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Segera hubungi tim Arvis lewat <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=%2B6281236218531&amp;text=Hi+Arvis%21+Saya+ingin+lebih+mengetahui+tentang+produk+Anda.&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">nomor WhatsApp<\/a> ini untuk menggunakan <a href=\"https:\/\/www.arvis.id\/custom-software\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">layanan pengembangan software<\/a> terbaik dari Arvis. Keberhasilan Arvis dalam membantu banyak pelanggan dengan memberikan solusi tepat guna berupa software dapat dilihat pada halaman <a href=\"https:\/\/www.arvis.id\/success-story\/?_ga=2.83324242.538419200.1682579467-724022622.1677577868\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">success story<\/a>. Jangan lewatkan pengalaman terbaik mengembangkan software bersama Arvis!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengembangan sebuah software yang dilakukan oleh software house berkaitan dengan metode yang digunakan. Metode pengembangan software sendiri terdiri dari beberapa jenis. Tim pengembang software biasanya memilih salah satu metode yang paling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[10,18,47,62,52,97,98,19,107],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setiap jenis metode pengembangan software memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja metode-metode tersebut? Ini penjelasannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap jenis metode pengembangan software memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja metode-metode tersebut? Ini penjelasannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Arvis\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Arvis-Intelligence-102461515475235\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-05T01:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-05T07:38:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arvis Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#organization\",\"name\":\"Arvis\",\"url\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Arvis-Intelligence-102461515475235\",\"https:\/\/www.instagram.com\/arvis.intelligence\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/arvis-intelligence\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Logo-Square.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Logo-Square.jpg\",\"width\":750,\"height\":750,\"caption\":\"Arvis\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#website\",\"url\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/\",\"name\":\"Arvis\",\"description\":\"Find More New Insights\",\"publisher\":{\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg\",\"width\":720,\"height\":480,\"caption\":\"5 Jenis Metode Pengembangan Software\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/\",\"name\":\"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-05-05T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-05T07:38:55+00:00\",\"description\":\"Setiap jenis metode pengembangan software memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja metode-metode tersebut? Ini penjelasannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#\/schema\/person\/d62fb3fcd53c35e520705c3a8ebef00a\"},\"headline\":\"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya\",\"datePublished\":\"2023-05-05T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-05T07:38:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#webpage\"},\"wordCount\":1168,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg\",\"keywords\":[\"arvis\",\"custom software\",\"custom software development\",\"custom web solutions\",\"customweb\",\"Pengembang software\",\"Software bisnis\",\"software development\",\"Software Maintenance\"],\"articleSection\":[\"Article\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#\/schema\/person\/d62fb3fcd53c35e520705c3a8ebef00a\",\"name\":\"Arvis Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/a3305d51c7b17f1884a433b184a7e1b2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/a3305d51c7b17f1884a433b184a7e1b2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Arvis Admin\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.arvis.id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya","description":"Setiap jenis metode pengembangan software memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja metode-metode tersebut? Ini penjelasannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya","og_description":"Setiap jenis metode pengembangan software memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja metode-metode tersebut? Ini penjelasannya.","og_url":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/","og_site_name":"Arvis","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Arvis-Intelligence-102461515475235","article_published_time":"2023-05-05T01:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-05-05T07:38:55+00:00","og_image":[{"width":720,"height":480,"url":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arvis Admin","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#organization","name":"Arvis","url":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/","sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Arvis-Intelligence-102461515475235","https:\/\/www.instagram.com\/arvis.intelligence\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/arvis-intelligence"],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#logo","inLanguage":"en-US","url":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Logo-Square.jpg","contentUrl":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Logo-Square.jpg","width":750,"height":750,"caption":"Arvis"},"image":{"@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#website","url":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/","name":"Arvis","description":"Find More New Insights","publisher":{"@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg","contentUrl":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg","width":720,"height":480,"caption":"5 Jenis Metode Pengembangan Software"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#webpage","url":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/","name":"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya","isPartOf":{"@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#primaryimage"},"datePublished":"2023-05-05T01:00:00+00:00","dateModified":"2023-05-05T07:38:55+00:00","description":"Setiap jenis metode pengembangan software memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja metode-metode tersebut? Ini penjelasannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#webpage"},"author":{"@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#\/schema\/person\/d62fb3fcd53c35e520705c3a8ebef00a"},"headline":"5 Jenis Metode Pengembangan Software: Kelebihan dan Kekurangannya","datePublished":"2023-05-05T01:00:00+00:00","dateModified":"2023-05-05T07:38:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#webpage"},"wordCount":1168,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg","keywords":["arvis","custom software","custom software development","custom web solutions","customweb","Pengembang software","Software bisnis","software development","Software Maintenance"],"articleSection":["Article"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.arvis.id\/insight\/metode-pengembangan-software\/#respond"]}]},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#\/schema\/person\/d62fb3fcd53c35e520705c3a8ebef00a","name":"Arvis Admin","image":{"@type":"ImageObject","@id":"http:\/\/172.31.8.13\/insight\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/a3305d51c7b17f1884a433b184a7e1b2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/a3305d51c7b17f1884a433b184a7e1b2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Arvis Admin"},"sameAs":["http:\/\/www.arvis.id"]}]}},"jetpack_featured_media_url":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cover-Design-05052023.jpg","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1187"}],"collection":[{"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1187"}],"version-history":[{"count":10,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1201,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1187\/revisions\/1201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1200"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/13.214.128.49\/insight\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}